IMG_0174.JPG

Nah…. Ini gambar memang udah diposting lamaaaaaaaaaa bangeeet.. Sangking kelamanya sampe lupa mau nulis.

Yup… Ini adalah final Badminton World Federation pada tanggal 5-11 Agustus 2013 di Guangzhou, China.

Kalian tau kan… Aku ini bukan orang yang betah deg2an… Jantungan.. Secara nggak perlu begituan ajah denyut jantung aku secara konsisten diatas 110 pulse dalam 3 tahun terakhir *curcol dikit*.

Aku udah tau.. Hasil pertandingan final ganda campuran, Xu Chen dan Ma Jin (China) VS Tontowi Ahmad dan Lilyana Natsir (Indonesia). Karena aku nontonnya tanggal 20an sekian Agustus 2013.

Jadi waktu itu aku menonton siaran ulang di MNC dan kebetulan dalam siaran ulang ini mereka mengundang Tontowi Ahmad dan Lilyana Natsir menjadi komentator. Ya ampuuuun, nonton mereka maen ituuuuh benar2 mengacu adrenalin (bahasa aku pun gaya bener 🙂 ) bagaimana nggak pertandingan seru banget, angkanya beda tipis.. Walaupun udah tau mereka menang masih deg2an gimana klo nda lolos.. Hahaha..

Berikut rekap pertandingan mereka:

image
Round 1 - 2 - 3

Kemenangan pasangan ini diraih dengan perjuangan yang dramatis. Yang paling menarik yang ingin aku ceritakan adalah ketika set ketiga.. Waaah kalian harus nonton sendiri deh.. Waktu itu China sudah mencapai skor 20 dan Indonesia 18. China sudah merasa diatas angin… itu terlihat sekali pada ekspresi muka mereka.. tersenyum. Saat ituuuuh bagaimana aku? Aku paniiik.. Dirumah.. Hayyoooo.. Kalian bisaaa!! (Stupid juga.. Yaaa bisalah.. Kan udah tau klo menang 🙂 ) Tau kah kalian apa yang terjadi ketika bola kembali direbut oleh Indonesia? Lilyana menghampiri Tontowi dan mereka berbisik.. saling menatap dan mengangguk. Karena nda kedengeran.. Langsunglah ditanya ke Lily yg ada distudio.. Komentator bertanya.. ‘Apa yang Lily sampaikan? Kenapa terlihat serius sekali?’ Lalu Lily menjawab.. Saya mengatakan kepada Tontowi.. ‘Pertandingan belum selesai, kita belum kalah, mari kita selesaikan dengan baik’

Wow.. Bagiku itu strong word banget.. Langsung merinding.. Huaaaaaah.. Itu loh mereka.. Itu loh yang dinamakan mental juara.. Dalam keadaan tertekan, main dinegeri lawan.. Lawan bermain dikandang.. Hampir seluruh gedung adalah supporter China.. Wow.. Motivasi dari diri sendiri.. Percaya diri.. Kepercayaan team sangat menguatkan mental dan membesarkan hati..

Setelah bisikan yang maha dahsyat kuasanya itu… Kalian tau lah kenyataannya Indonesia mengejar 18-20, 19-20, 20-20 terus menahan gempuran naik 21-20 dan 22-20. Tidak ada ruang kesalahan, kelalaian!

Ini mental juara anak bangsa yang dilakukan dengan sungguh2 untuk memastikan Indonesia Raya dikumandangan di Guangzhou. Ini hadiah ulang tahun mereka untuk Indonesia pada 17.08.2013

Good Job!
Thank you for the learning process that I learn from both of you!

Hiduplah Indonesia Raya….